by

Pembangunan Kantor Samsat Aceh Jaya Di Segel Oleh Pemilik Tanah.

Pembangunan Kantor Samsat Aceh Jaya Di Segel Pemilik Tanah

Aceh Jaya. Aceh hebat .Minggu 03/05 Pembangunan kantor samsat Aceh jaya disegel oleh Keluarga Ahmad Agok dan M.Jamin malakukan penyegelan tanah pembangunan Kantor Samsat Kabupaten aceh Jaya, “karna lokasi tanah yang di bangun kantor samsat tersebut belum di bebaskan”itu tanah keluarga kami, ” ujar ainanur.

Aina menuturkan Tanah itu di jual tampa sepengetahuan kami oleh Saiful Bin Alm Ahmad Kahar melalui Gachik Desa Dayah Baro pada tahun 2015, “tutur Ainal.

Saiful tidak punya hak atas tanah keluarga kami tersebut kok menjual tanah keluarga kami, ” jelasnya.3 /5/2020
Lanjut aina padahal sudah jelas dalam keputusan makamah Syariah Tahun 2003 bahwa tertulis tanah itu bersebelahan dengan Ahmad Agok (keluarga kami), kenapa tanah kami yang di jual,” ini (?).
Hal kejanggalan muncul saat kami menumpuh jalul hukum dengan melakukan gugatan kepengadilan Negeri calang Tahun 2016, namun gugatan kami di anggap kabur, dengan dalih pada saat itu menyakut tapal batas wilayah / posisi tanah tersebut dianggap belum jelas status wilayahnya.

“Jadi gugatan kami kabur” Kami menilai ada keanehan dan terkait proses pembebasan atau jual beli tanah tersebut kok bisa sebarangan tampa sepengetahuan pemiliknya di dijual,”ungkapnya
Penyegelan tanah pebangunan kantor samsat tersebut tidak akan kami buka bila mana titik persoalan ini belum tuntas.karna kami mempertahankan hak keluarga kami,”tutup ainanur”

Sementara Gechik Dayah Baro Afrizal Adam mengatakan status tanah yang di cleam oleh keluarga Ahmad Agok tersebut masuk dalam wilayah Desa Gampong Blang, maka terkait persoalan jual beli tanah itu atas nama surat dari desa dayah baro kecamatan krueng sabee saya tidak tahu, jelasnya.
” karna pada saat itu saya belum menjabat sebagai Gechik Gampong Blang.tutup Afrizal.
Sedangkan gechik desa Gampong Blang juga mengatakan tanah pembangunan kantor samsat aceh jaya tersebut masuk dalam wilayah hukum di desa Gampong Blang.

Menyangkut pembebasan tanah pada saat itu saya tidak tahu,karna saya juga baru menjabat sebagai kepala desa,ungkapnya.
Kalau memang ada surat jual beli di keluarkan oleh desa lain dalam wilayah hukum desa kita,itu jelas sudah menyalahi prosedur, “jelasnya.
Jadi kita peroleh informasi tadi bahwa ada warga yang menyegel tanah pembangunan kantor samsat aceh jaya,tutupnya. (Acehhebat / Fajri )