oleh

KIP Nagan Raya Usulkan Dana Pilkada Mendatang Rp. 60. Miliyar.

M. YASIN. KETUA  KIP Nagan Raya.

 

ACEH HEBAT – | NAGAN RAYA  : Ketua Komisi Independen Pemilihan ( KIP) Kabupaten Kabupaten Nagan Raya, M Yasin menyebutkan bahwa pada estimasi anggaran untuk pilkada mendatang mencapai Rp. 60 Miliar.

Hal itu disampaikan, Ketua KIP Nagan Raya, M Yasin kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis 19 November 2020.

Menurut M Yasin, kenaikan itu karena ada penambahan Tempat pengugutan suara (TPS) dan dengan bertambahnya TPS, maka bertambah peserta penyelenggara.

Bahkan, dalam rapat kemarin, M Yasin menjelaskan sudah membahas bersama di Kantor KIP, dengan hadir seluruh pegawai dan komisioner dalam membahas pengajuan anggaran estimasi dan ada penaikan untuk penyelenggara.

“Karena penambahan TPS ada sekitar 500 lebih, dari 270 TPS sebelumnya, dan dengan bertambahnya TPS tentu juga bertambah anggaran,”kata M Yasin.

Sebelumnya, Ia menyebutkan pada pilkada tahun 2017 lalu, untuk gaji badan Ed Hoc mencapai 10 Miliar, jadi saat ini mengalami naik secara signifikan untuk gaji.

“Estimasi kita kemarin sampai 20 Miliar untuk gaji badan Ed Hoc, ditambah dengan logistik, sehingga estimasi anggaran yang diajukan kemarin belum pasti, karena masih pedoman pada pelaksanaan tahun 2020 sekarang, bahkan bisa saja bertambah ataupun berkurang, namun initinya estimasi kita usulkan 60 miliar,”sebut M Yasin

Terkait sosialisasi, pihaknya belum melakukan sosialisasi dikarenakan masih dalam upaya komunikasi bersama KIP Provinsi, karena kejelasan dan kepastian pelaksana pilkada belum ditetapkan oleh KIP Provinsi Aceh.

“Pilkada ini kita belum pasti, apakah 2022 ataukah 2024, maka kita tunggu kejelasan dan kepastian nanti dari Provinsi,”jelasnya.

“Pilkada kita serentah, kita menunggu kejelasan dan kepastian dari Provinsi untuk pelaksanaan pilkada di Aceh,”ungkap M Yasin.

“Coba kita koordinasi di masa tahapan dan akan kita kaji ulang kembali, apakah diperbolehkan mantan Napi maju Pilkada, ataukah tidak, dan bagaimana katagori yang diperbolehkan bahkan bagaimana yang tidak, dan nanti kita akan konsultasikan dengan KIP Aceh,”demikian tutupnya. Kamis , 19/11 ( Aa/ red )