by

15 Tahun MoU Helsinki IPELMASRA Lakukan Diskusi Publik.

15 Tahun MoU Helsinki IPELMASRA Lakukan Diskusi Publik.

 

Nagan Raya. – | Aceh hebat.  Dalam memperingati 15 Tahun MoU Heliski Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya ( IPELMASRA) Banda Aceh Lakukan Diskusi Publik. Di warkop Wareh Kupi Lung Barou Kecamatan Suka Makmue Nagan Raya, Minggu, 16/08.

Dalam diskusi publik tersebut hadir tiga Tokoh Muda Nagan Raya sebagai Pemateri. Banta Diman. M.SI.( Ketua DPD KNPI Nagan Raya), DR. Fajran Zain, MA (Director The Aceh Institute) dan Said Atah, S.H., M.H., CPL., C.L.A., (Advokat/Praktisi Hukum) dan juga hadir diluar pemateri Mantan Ketua Demisioner IPELMASRA Mutawalli. S.Pt.  dan juga Munawar Akbar, S.Sos. M. Sos . Agus Salim. RZ. S. Sos. ( Sekretaris DPD – KNPI )

Ketua pelaksana Mahjul Fuzzari menjelaskan kepada awak media  kegiata ini hasil musyawara para pengurus IPELMASRA, dan para peserta tetap mengikuti Protokol Kesehatan , mengunakan Masker dan mencuci tangan sebelum mengikuti acara tersebut, dan panitia juga memberikan Piagam Penghargaan kepada pematri, sebagai modirator kegiatan Aqil Ulil Aufa. Tutup panitia pelaksanaan.

Banta Diman. M.SI mengatakan dalam diskusi tersebut tentang peran pemuda, dan selama ini kita sudah pernah  memberi sinyal kepada pemerintah Nagan Raya dan para eksekutif ( DPRK ) untuk membuat Qanun Kepemudaan, tapi sampai sekarang belum ada respon tentang Qanun tersebut. 16/08.

DR. Fajran Zain. MA. Menjelaskan tentang proses MoU Helsinki  , yang selama 15 tahun ini. Mari kita jaga bersama Perdamaian Aceh.

Said Atah .SH. MH. CPL. CLA selaku Advokat / Pakar Hukum menjelaskan tentang MoU Helsinki dan UUPA dari perspektif Hukum. Peran kita pemuda itu harus aktif di bidang apapun mari kita berpegang teguh untuk membangun daerah. Diskusi ini tidak hanya di Warkop saja tapi ajaklah kalangan DPRK  di masing masing Komisi dan unsur pemerintah.

Ketua IPELMASRA Banda Aceh, Jabal Abdul Salam mengatakan bahwa kegiatan Diskusi Publik ini sebagai sarana untuk merawat nalar dan menambah kepedulian pemuda Aceh terhadap sejarah Aceh dan menjadikannya modal awal untuk menjemput kemajuan di masa yang akan datang khususnya Pemuda Nagan Raya. Minggu, 16/08 (* )