oleh

Mohd Chandra Adliansyah, S. Or. Putra Nagan Raya Alumni Sport Science UPI Bandung Kecewa Dengan Hasil POPDA Ke XVI.

 

AHC | NAGAN RAYA : Puluhan Pecinta Olah Raga Di Nagan Raya Kecewa di even Pekan Olah Raga Pelajar Daerah ( POPDA) Tingkat Aceh Ke XVI pada tahun 2022 yang sebagai tuan rumah Kabupaten Aceh Barat pada beberapa hari yang lalu.

Mohd Chandra Adliansyah, S. Or. Putra Nagan Raya Alumni Sport Science UPI Bandung Sebelumnya selamat kepada Tim Popda Nagan Raya yang telah berjuang pada event Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Aceh di Aceh Barat tahun 2022. Kamis, 29/06/2022.

Chandra mengukapkan kepada awak media lewat Whatsapp yang bahwa kita tidak bisa dipungkiri, Nagan Raya saat ini masih sangat lemah dalam persiapan menghadapi perang di event bergengsi olaraga seperti POPDA yang barusan selesai.

Dibuktikan dengan prestasi yang diraih dalam event tersebut, Nagan Raya hanya bisa meraih 1 mendali emas, 1 mendali perak, dan 7 mendali perunggu. Hal ini tentu prestasi yang masih jauh dari harapan ekspetasi masyarakat Nagan Raya. Dengan besarnya sumbangan harta dari masyarakat untuk kemajuan Olahraga di Kabupaten Nagan Raya.

Chandra berharap, Pemerintah terkait (DISBUDPARPORA) Nagan Raya tidak memakai sistem mahasiswa kupu-kupu dalam mempersiapkan atlet. Artinya, “sistem kebut semalam”. Tetapi memakai sistem mahasiswa aktivis dalam arti kata aktif dan serius dalam mempersiapkan atlet untuk bertarung di kejuaraan POPDA. Karena dalam kajian ilmu sport science pun, atlet tidak akan terbentuk dengan waktu cukup singkat (1-7 hari). Atlet akan terbentuk minimal memerlukan waktu selama 6 bulan. Baik itu skillnya, endurance (daya tahan), power, agility, dll. Itu semua tentu akan berpengaruh besar terhadap prestasi atlet.

Disamping itu, atlet juga perlu asupan yang cukup. Baik itu secara ilmu gizi olahraga, maupun support finansial yang memadai, sehingga atlet dan official tim pun semangat dalam mempersiapkan atlet-atlet nya pada event tersebut.

Belum lagi kita berbicara tentang fasilitas yang didapati atlet, saya sebagai alumni sport science masih merasa kurang dengan hasil yang didapati. Seperti hal nya atribut yang dipakai atlet, yang itu sangat berpengaruh terhadap mental bertanding atlet. Dan saat ini, pemerintah juga harus melek terhadap teknologi olahraga. Adakan lah fasilitas seperti Bicycle VO2 Max untuk mengukur Daya tahan atlet. Alat mengukur kecepatan (busnell velocity), alat penghitung langkah (omron HJ-203), alat latihan (mini cone), montion analysis, High speed video camera, dan alat-alat teknologi olahraga lainnya. Untuk memacu keterampilan dan performa atlet pada saat bertanding. Mungkin hanya ini keluh kesah kami sebagai masyarakat yang cinta terhadap olah raga terutama di Nagan Raya. Semoga kedepan pemerintah dapat berbenah dan terus sama-sama belajar dalam memajukan dunia olahraga, khususnya Nagan Raya. Tutupnya Chandra. Selasa, 29/06/2022. ( * )