by

Akibat Kondisi Hujan Di Nagan Raya Harga Gabah Kering Jadi Anjlok.  

Contoh Padi Yang Tidak Kering.

 

AHC – | Nagan Raya  : Publik dihebohkan adanya harga gabah kering yang anjlok di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh beberapa pekan lalu, hingga menuai berbagai komentar dari berbagai pihak.

Diantaranya dari ketua Lembaga swadaya masyarakat Inakor kabupaten Nagan Raya, Teuku Ridwan yang meminta agar pemerintah Nagan Raya harus segera turun tangan untuk menstabilkan harga beli gabah kering.

Tidak hanya itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nagan Raya juga ikut mengomentari tentang harga gabah anjlok tersebut.

“Akibat anjloknya harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Nagan Raya, Kamar Dagang Industri (KADIN) akan menemui pihak kilang padi lokal membicarakan masalah harga tersebut,”kata Fadlyandri, Ketua Kadin Nagan Raya kepada awak media pada Kamis (25/3) lalu.

Sementara itu, dijumpai awak media pada Sabtu 27 Maret 2021, Aris yang merupakan pemilik Kilang Padi (KP) Rizki Perkasa yang di dampingi Roli selaku Agen yang pembeli di Lapangan mengatakan harga padi tergantung pada kualitas padi.

Menurutnya, berbicara tentang kualitas padi tidak boleh sembarangan, namun budidayakan padi, baru bisa melihat kualitas dari padi tersebut.

Harga padi Rp. 4200  Satu Kilo Gram ( 75600 Satu Gunca ) – 4300 Satu Kilo Gram ( 774000 Satu Gunca )dan itupun tergantung Pada Kualitas Padinya. Kata Rili dengan sapaan Roli Barsela. 

Dia juga tidak mempermasalahkan dengan adanya agen luar, namun ia meminta jangan hanya membeli dengan angkutan sedikit sehingga kedapanya tidak dibeli lagi. “jika ingin beli padi Masyarakat, belilah dengan merata,”tutupnya Sabtu, 27/03 /2021 (* )