by

Drs.Khalidi Mantan Anggota DPRK Angkat Bicara Tentang Pintu Air Tidak Fungsi Di Mukim Bungong Talo.

 

AHC  | Nagan Raya :  Masyarakat dalam Mukim Bungong Italo yang terdiri lima Desa di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya mengeluhkan saluran irigasi tidak berfungsi dan berdampak pada keringnya ratusan hektare sawah warga akibat tidak adanya air.

Lima Desa yang berdampak akibat tidak berfungsinya irigasi tersebut yakni Desa Ujoeng Blang, Meunasah Dayah, Meunasah kreung, Kulam jerneh, dan Desa Meunasah Tengoeh dalam munkim bungoeng taloe.

Keujereun Desa Meunasah Dayah Rada Lipe mengatakan kepada awak media di lokasi pintu Air yang berlokasi daerah Alue Jok Desa Ujong Blang ,yang bahwa masyarakat keluhkan karena tidak ada air mengaliri saluran persawahan warga sudah saatnya tabur benih padi. Jum’at. 18/02/2022.

Dia mengakui, pihaknya telah menerima pengaduan masyarakat terkait tidak adanya air di persawahan warga Desa dalam mukim bungoeng Talo tersebut.

“Masyarakat 5 Desa di Kecamatan Beutong ingin panen serentak, kita berharap ini segera di atasi oleh pihak terkait, agar air bisa mengaliri ke persawahan warga,”katanya.

Sementara itu,Drs. Khalidi Mantan Anggota DPRK periode 2019 -2019 dan juga Ketua DPD PAN Nagan Raya mengatakan , masyarakat Desa setempat meminta, Irigasi segera diperbaiki agar air bisa mengaliri ke persawahan warga.

Bahkan akibat tidak adanya air, kata dia, sawah yang sudah digarap sudah mengeras akibat tidak adanya air. “Kita berharap pemerintah ada keadilan dan perhatian untuk petani, karena irigasi tersebut harus dikerjakan dengan mengunakan alat berat,”katanya.

Khalidi mengaku, sudah 4 bulan sawah warga tidak ada air. Dia meminta pihak Keujereun Kecamatan, dan pihak terkait untuk melihat langsung kondisi masyarakat bungoeng taloe tersebut hinga tidak terjadi gagal panen .

Mantan anggota DPRK Nagan Raya dari Partai PAN tersebut membeberkan, aliran irigasi mengaliri 5 Desa diantaranya, Desa Ujoeng Blang, Meunasah Dayah, Meunasah kreung, Kulam jerneih, dan Meunasah Tengoeh dalam munkim bungoeng taloe.

Dia meminta pihak terkait segera perbaiki irigasi tersebut, karena masyarakat ingin tabur bibit padi. Bahkan sebagian petani sudah mulai menanam padi air nya tidak ada dikarnakan babahlung tebangkalai.

“Bila ini tidak segera diatasi, maka terancam gagal panen,”ungkapnya.

Khalidi menyebut, pihaknya telah berupaya berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mendatangkan alat berat. Namun alasan alat berat lagi rusak, ini kan aneh. Dana Tanggap daruran kemana.

Namun, kata Khalidi, hal itu tidak mendapat respon baik dengan alasan alat berat tidak ada minyak dan dalam perbaikan. “Alat berat bukan hanya satu di Nagan Raya, dan pekerjaan itu tidak lebih dari satu hari sudah selesai,”ucapnya.

Sementara itu, Keuchik Desa Ujoeng Blang Banta Lidan membenarkan keluhan masyarakat terkait tidak adanya aliran air di persawahan warga.

“Karena tidak adanya aliran air di pintu irigasi bungoeng taloe, Ditahun ini petani di Bungoen Taloe ingin tanam padi serentak, jadi kami memohon kepada pemerintah untuk segera mengatasi permasalah air di irigasi agar bisa mengaliri ke sawah warga,”harapnya.

Bahkan kata Keuchik, sawah tidak bisa dibajak karena tidak adanya air di persawahan warga, dan ini sudah 4 bulan yang lalu.

“Kita meminta kepada Pemerintah untuk bersama mencari solusi untuk masyarakat bungoeng taloe,”harapannya. Jum’at. 18/02/2022. ( red )