oleh

Ketua PWI Aceh Barat Apresiasi Polda Aceh Usut Kasus Ancam Bunuh Wartawan Aceh Tengah.

 

ACEH HEBAT. COM. | MEULABOH :  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Barat mengapresiasi Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh yang mengambil alih pengusutan Kasus dugaan pengancaman pembunuhan wartawan Aceh Tengah Jurnalisa oleh pengawas proyek pembangunan Pasar Rejewali Sejahtera di kabupaten tersebut yang terjadi pada bulan November 2022 yang lalu.

Hal ini disampaikan Ketua PWI Aceh Barat Sa’dul Bahri Rabu (21/12) kepada awak media setelah mendapat informasi bahwa kasus ancam bunuh wartawan yang dialami Jurnalisa yang merupakan wartawan Harian Rakyat Aceh telah ditangani oleh pihak Polda Aceh.

” Kita patut memberi Apreasiasi kepada pihak kepolisian khususnya Polda Aceh untuk mengusut kasus yang dialami Jurnalisa salah seorang pekerja pers di Aceh Tengah yang diancam bunuh oleh oknum pengawas proyek terkait pemberitaan yang dimuat dimedia tempat ia bekerja, ujar Sa’dul

Ia menambahkan bahwa kasus yang dialami Jurnalisa wartawan Aceh Tengah yang diancam bunuh oleh oknum pengawas proyek di kabupaten tersebut adalah tindak pidana kriminal yang terancam jiwa seseorang apalagi dia tersebut seorang wartawan yang bekerja sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan dilindungi UU Pokok Pers Nomor 40/1999, kalau ini tidak ditangani serius oleh pihak kepolisian, maka kasus serupa akan berimbas pada wartawan lain, cetusnya.

Sa’dul yakin pihak Polda Aceh akan serius dalam menangani kasus yang menimpa wartawan yang bertugas di Aceh Tengah ini, tentunya dengan keseriusan pihak kepolisian menangani kasus ini akan memberi pembelajaran pihak lain terkait tugas wartawan dalam hal menyampaikan informasi kepada masyarakat dan Pemerintah, dan pihak lainnya, Pungkas Ketua PWI Aceh Barat Sa’dul Bahri.

“Saya sudah jumpai langsung korban, Jurnalisa di ancam di depan anak dan istrinya yang terjadi di rumah korban,” ungkap Sa’dul.

Sa’dul berharap di Aceh jangan ada premanisme, apa lagi terhadap wartawan terlepas siapapun dia (*)