oleh

Kades Se Kecamatan Beutong Mengikuti Sosialisasi Tindak Pidana Pencegahan Korupsi DD.

24 Kades Se Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh Mengikuti Sosialisasi Tindak Pidana Pencegahan Korupsi DD. TA. 2021 Di Aula Gedung Serbaguna Kecamatan.

 

 

AHC | NAGAN RAYA : Untuk mencegah korupsi di tingkat Desa, 24 Desa dalam Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya mengikuti sosialisasi tindak pidana pencegahan korupsi cara pengunaan Dana Desa yang dilaksanakan oleh Kejaksaan, Kapolres dan Kodim 0116 Nagan Raya di Gedung Serbaguna Beutong, Selasa (29/6/ 2021 )

Dari 24 Desa yang mengikuti Sosialisasi tersebut, terdiri Kades, Ketua Tuha Peut dan Ketus Pemuda di tiga tempat titik, Sosialisasi Tuha Peut di Aula Kantor Camat, Wawasan Kebangsaan Bagi Pemuda di Gedung MTsS Alqudus Keude Seumot Sedangkan Para Kades di Aula Gedung Serbaguna.

Dalam Kecamatan Beutong ada empat Permukiman diantaranya, Kermukiman Keude Seumot, Kemukiman Pulo Raga, Kermukiman Bungong Talo dan Kemukim Krueng Seneung sedangkan jumlah desa 24 Desa.

Heru Duwi Admodjo SH Kasi Intel Kajari Nagan Raya sebagi pemateri dan Camat Beutong Edi Kamal.S.Sos.I sebagai modirator Sosialisasi tentang tindak pidana Pencegahan korupsi Dana Desa ( DD )

Kasi Intel Kajari Nagan Raya Heru Duwi Admodjo.SH menjelaskan, dalam sosialisasi ini untuk saling memberikan pemahaman yang ada, karena sebagian kecil belum paham dalam penggunaan anggaran dana desa, ( DD ) maka di sini salah satu cara untuk mencegah korupsi tentang menggunakan dana desa maka perlu dilakukan Sosialialisasi kepada aparatur desa tersebut agar dapat di mengerti mana yang bisa di peegunakan dan mana yang tidak bisa di pergunakan dalam dana desa,”jelas Heru Kepada acehhebat.com.

“Kita harapkan, kedepan para Keuchik  lebih paham dan memahami bagaimana cara membimbing dalam pengguananaan anggara dana desa sesuai dengn prosedur,”harap Kasi Intel Heru Duwi

Terkait tentang adanya laporan penyalahgunaan dana desa Heru mengaku, ada beberapa laporan yang diterima nanti akan kita cek ke desa-desa mana yang ada, karena laporan belum sampai kemeja kita sebab laporan saja yang di terima.

“Jika nanti ada laporan tersebut dan benar baru dilakukan pemerikasaan yang lebih lanjut, apakah mengenai administrasi ataupun indikasi kerugian Negara .” tegas Heru

Camat Beutong Edi Kamal. S.Sos.I mengatakan Sosialisasi dilakukan ini merupakan untuk menigkatkan kapasitas aparatur desa dalam kecamatan Beutong, karena aparatur desa masih kurang memahami tentang aturan hukum yang berlaku dalam penggunaan DD tersebut.

Dengan adanya Sosialiasasi ini bisa tahu dan mengetahui rambu-rambu dalam penggunanaan dana desa apa yang bisa dilaksanakan dan yang tidak boleh dilaksanakan tentang anggaran dana desa. Tutup. Edi Kama. Selasa, 29/06/2021 (* )