oleh

Masyarakat Alue Gani Musyawarah Dengan Perusaan Berakhir Ricuh, Terkait Muatan Kendaraan TBS

Masyarakat Alue Gani Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya , Musyawarah Dengan Perusaan Berakhir Ricuh, Terkait Muatan Kendaraan TBS.

AHC – | NAGAN RAYA : Hasil Masyarakat Desa Alue Gani Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya dengan PT KIM dan SPS I serta SJA terkait muatan kendaraan TBS akhirnya berakhir ricuh.

Semulanya musyawarah tersebut berjalan tertib dan aman namun dalam musyarawarah berubah menjadi adu mulut masyarakat dengan PT tersebut .Musyawarah yang di laksanakan di Aula  kantor Kades Alue Gani . Selasa (22/12)

Dari amatan Awak media di lokasi musyawarah yang dilaksanakan sejak pagi hingga Sore hari yang di hadiri diantaranya Kadis Perhubungan Nagan Raya Wahidin, Kades Gunung Pungki Ishak Ismail, Dinas DLHK yang diwakuli oleh Kabid Amdal Jufrizal, Ketua  Komisi III DPRK Zulkarnain, Kapolsek Kuala Iptu Faisal Riza, Danposramil , General PT KIM Aris Saputra,SH. SPS I Anas Ms dan PT SJA Muktarudin.

Meskipun ricuh sempat terjadi antara PT dan Masyarakat akhirnya dapat di lerai oleh pihak keamanan yang hadir dalam musyawarah tersebut
Kadis Perhubungan Nagan Raya H.Wahidin mengatakan, kita akan melakukan upaya-upaya jalan kepada masyarakat, karena ada tiga kelas terkait tentang jalan yang tidak boleh di lalui, sedangkan jalan yang di permasalahkan sekarang ini tergolong kelas tiga dan bisa di lalui muatan 34 ton.

Jalan yang permasalahkan saat ini yaitu jalan tipe kelas tiga C, bahwa jalan yang lalui armada tersebut menyebabkan kerusakan jalan Desa di karenakan truck pengangkut sawit melebihi kapasitas volume jalan.

’Kita harapkan agar pihak perusahaan , truck yang melalui jalan Desa tidak melebihi kapasitas di jalan III C maka perlu segera di tangani, supaya di lapangan nanti tidak terjadi keributan,’’harap Wahidin
General Manager KIM Ari Saputra .SH, menginginkan efek pertemuan dengan masyarakat setempat tidak berimbas pada perekonomian masyarakat setempat, dan bisa meningkatkan perekonomian selanjutnya, namun mobil pengangkut CPO hasil kami dari perusahaan tidak pernah melintasi jalan Desa tersebut.

Maka kami dalam hal ini menggunakan jalan alternatif dan kami tetap memperbaiki jalan alternatif tersebut secara continue. Sedangkan TBS yang kita beli dari warga setempat maupun warga yang ada di Nagan Raya, kita selalu menghimbau untuk menggunakan jalan alternatif kepada sopir pengangkut sawit tersebut dan ia menjamin tidak melebihi kapasitas.

Sementara Kapolsek Kuala Iptu Faisal Riza mengatakan meskipun ricuh sempat terjadi dalam musyawarah, namun sudah kita atasi dengan baik, akhirnya musayawarah dapat terlaksana dan selesai setelah mengambil keputusan selama tiga bulan untuk memperbaiki jalan alternatif tersebut. Terkait masyarakat PT dengan masyarakat yang sempat adu mulut akhirnya dapat di lakukan perdamiaan keduanya. Selasa, 22 /12 ( * )