oleh

Majlis Adat Aceh Nagan Raya Gelar Pelatihan Peradilan Adat Istiadat.

 

ACEH HEBAT. COM | NAGAN RAYA : Majlis Adat Aceh ( MAA) Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh melaksanakan Kegiatan Pelatihan pemberdayaan kelembagaan adat tahun 2022 di Gedung Serbaguna Kecamatan Seunagan Timur. Selasa, 15/112022.

Kegiata pelatihan Peradilan Adat tersebut dibuka oleh Pj. Bupati Nagan Raya yang diwaliki Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra, Zulfika SH.

Ketua Majlis Adat Aceh ( MAA) Kabupaten Nagan Raya H. Muhammad Khaidir. SE dalam sambutanya, dengan adanya kita mengikuti pelatihan peradilan adat hingga kita tau tentang adat istiadat di Gampong. Dan kegiatan ini merupakan program MAA yang bersumber pada anggaran Sekretariat MAA tahun anggaran 2022.

Muhammad Khaidir menjelaskan sebagaimana kewenagan yang diberikan oleh undang – undang No. 11 tahun 2006 maka lahirlah Majlis Adat Aceh Kabupaten Nagan Raya, yang diatur dengan Qanun No. 05 tahun 2021 tentang adat susunan organisasi dan tata kerja Majlis Adat Aceh ( MAA) yang di dalamnya mempunyai tugas pokok dan wewenang, antara lain melestarikan adat dan istiadat, membina lembaga adat, mengkaji tentang adat dan mengembankan adat istiadat.

Dalam kesempatan tersebut H. Muhammad Khaidir mengigatkan yang bahwa pada tahun 2023 akan datang Pekan Kebudayaan Aceh ( PKA) dengan demikian kita harus mempersiapkan mulai dari sekarang agar Nagan Raya mempunyai nilai yang terbaik. Tambah Ketua MAA Muhammad Khaidir. SE.

Sebagai pematri antara lain, Muhammad Khalid Al-Yoemla. S. Pd.I yang menyampaikan tentang pemberdayaan Adat. Dan pematri kedua Nyakna.Y. S. Ag. Menyampaikan tentang Kasus – kasus dan penyelesaian melalui peradilan adat.

Kegiatan tersebut turut di hadiri Ketua MAA, Perwakilan MPU, Kabag Prokopim Setdakab, Camat Beutong Ateuh Bangalang, Camat Beutong. dan Forkopimcam Seunagan Timur, Imum Mukim, serta Para Keuchik dalam Kabupaten Nagan Raya.

Pada kesempatan itu, Zulfika dalam sambutannya mengatakan Adat istiadat serta hukum adat yang ada di Kabupaten Nagan Raya sejalan dan mengandung nilai-nilai syariat islam. Katanya.

“Saya meminta kepada MAA Nagan Raya sebagai lembaga khusus yang istimewa di Pemkab Nagan Raya, secara bertahap mampu mewujudkan, menerapkan tuntunan kebesaran adat dan istiadat dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat,” pinta Zulfika.

Ia menuturkan hadih maja aceh yang di populerkan Sultan Iskandar Muda yang berbunyi “Mate Aneuk Meupat Jeurat, Gadoh Adat Pat ta Mita (meninggal anak tau dimana pusaranya, hilang adat dimana hendak kita cari).

Menurut asisten I itu, adat sangat penting untuk dilestarikan supaya generasi sesudah kita masih bisa mengenal adat nenek moyangnya, karena di setiap daerah beda-beda adatnya. Pungkas Zulfikar.

“Saya berharap agar adat istiadat dan peraturan serta ketentuan-ketentuan pemerintah di kabupaten Nagan Raya bisa berjalan,” harapnya.

Fika menambahkan “Hukom ngen Adat Lage Zat ngen Sifeut” maksudnya tidak terpisahkan satu sama lain seperti zat dengan sifat yang selalu saling melengkapi” jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap pada Imum Mukim dan Keuchik Gampong melalui pelatihan ini supaya bisa dilaksanakan peradilan adat di gampongnya masing-masing sesuai ketentuan dan adat istiadat yang ada untuk membangun semangat masyarakat menyongsong masa depan yang lebih baik.  

Selain itu, fika menyampaikan pengertian adat adalah aturan perbuatan dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat yang dijadikan pedoman dalam pergaulan hidup di aceh. Dan Hukum adat yaitu seperankat ketentuan tidak tertulis yang hidup dan berkembang dalam masyarakat aceh khusus Nagan Raya yang memiliki sanksi apabila dilangar. Ucap Zulfika.

“Saya mengingatkan kepada semua peserta untuk mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir dengan disiplin, hikmat dan cermat serta aktif, kalau memang belum mengerti mohon di tanyakan pada pemateri,” tutupnya. ( *)