oleh

H.Chalidin Oesman. MM Wakil Bupati Nagan Raya Buka Secara Resmi Pelatihan Adat Seumapa , Narib Manja Serta Meunasib. 

 

 

 

AHC | NAGAN RAYA : Wakil Bupati Nagan Raya H. Chalidin Oesman,SE.,MM membuka secara resmi kegiatan pelatihan adat Seumapa , Narib Manja , Menasib serta Tarian Tradisional Aceh kegiatan tersebut  yang berlangsung di Aula Kakankemenag Nagan Raya Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Senin, 25/10/2021.

Sebanyak 60 orang peserta dari 10 Kecamatan  dalam Kabupaten Nagan Raya, yang mengikuti kegiatan pelatihan adat tersebut.

Wakil Bupati Nagan Raya H.Chalidin Oesman, SE.,MM menyebutkan, pelatihan seperti ini penting dilaksanakan, seperti Seumapa itu dapat meningkatkan budaya dan adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur sebelumnya. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006 dan Qanun Aceh Nomor 8 tahun 2019 serta Qanun Kabupaten Nagan Raya Nomor 7 tahun 2021.

“iayanya menegaskan kepada Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Nagan Raya perlu melestarikan budaya ini, seperti adat istiadat, kesenian dan budaya, sebagaimana yang dilaksanakan melalui pelatihan seumapa seperti hari ini,” ujar Chalidin.

Sebelumnya, Ketua MAA Nagan Raya, H. Muhammad Khaidir, SE melaporkan, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 60 orang merupakan perwakilan dari 10 kecamatan di daerah itu.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan agar dapat mengembalikan dan membangkitkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat di Kabupaten Nagan Raya,” ungkap Khaidir.

Sementara itu, Ketua MAA Provinsi Aceh, Tgk Yusdedi menyebutkan,
budaya dan adat istiadat Aceh harus dijaga dengan baik serta harus dipahami jangan hanya sebagai simbol saja, seperti kata pepatah, “Adat Bak Po Teumeureuhom, Hukom Bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang Reusam bak laksamana”. Makna dari pepatah tersebut harus benar-benar dipahami oleh masyarakat Aceh. Ungkap Yusdedi.

Tgk Yusdedi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan hari ini oleh MAA Nagan Raya, menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena dengan pelatihan para peserta dapat memahami serta mengerti tentang tatacara seumapa, narib maja, meunasib serta tarian tradisional.

Selain itu, Ketua MAA Aceh juga berharap, dengan adanya pelatihan tersebut, budaya dan adat istiadat di Nagan Raya dapat terjaga dengan baik serta terus dilestarikan, agar tidak punah dikemudian hari. Imbuhnya. Senin,  25 /10 /2021. [*]