oleh

Masyarakat Tripa Ateuh Darul Makmur Nagan Raya Bahas Pemekaran Kecamatan Tripa Jaya.

M. Kaseb Mantan Wakil Bupati Nagan Raya Periode 2007 -2012 

 

AHC  | NAGAN RAYA : Ratusan  masyarakat kemukiman Gampong tripa ateuh Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya pada hari sabtu tanggal 8 januari 2022 ( Malam Minggu ) di kediaman Tokoh masyarakat Nanda Runtala

Dalam duk pakat tersebut untuk mewujudkan keinginan masyarakat yang menghendaki adanya pemekaran kecamatan Darul makmur degan membentuk calon kecamatan baru bernama kecamatan Tripa Jaya.

Acara Duek Pakat yang dihadiri oleh seluruh keuchik kepala desa beserta seluruh tuha peut, serta perwakilan tokoh masyarakat yang ada di Kemukiman Tripa ateuh Guna membahas strategi yang dapat ditempuh untuk mempercepat terbentuknya Kecamatan Tripa Jaya.

ketua Forum pemekaran Darulmakmur Raya Burhan mengatakan bahwa tim forum pemekaran Darul makmur Raya hanya meneruskan kembali perjuangan pemekaran yang sudah dilakukan oleh orang tua kita terdahulu.

Tokoh muda yang yang akrab disapa Aan sruwe itu menyebutkan, keberadaan forum Darul makmur Raya tidak untuk mengantikan panitia pemekaran
calon kecamatan Tripa Jaya yang telah dibentuk sejak lama, tetapi justru bertujuan saling menguatkan dan bahu membahu guna mendorong percepatan terjadinya kecamatan Tripa Jaya. Ucap Aan.

Sementara itu ketua Tuha Peut Nagan Raya Sari M nur berpesan agar kekompakan para tokoh masyarakat dan panitia pemekaran dapat terus dijaga semangatnya.

Jika merujuk PP No 17 tahun 2018 tentang kecamatan maka calon Kecamatan Tripa Jaya dari sisi jumlah Desa sudah terpenuhi sebab kemukiman Tripa Ateuh memiliki 10 Gampoeng.

Dan jumlah ini sesuai dengan petunjuk dari pp no 17 tahun 2018 tentang kecamatan terang Sari M Nur. Syarat administrasi yang sangat dibutuhkan bagi terlaksananya pemekaran kecamatan adalah surat persetujuan serta rekomendasi dari keuchik gampoeng dan tuha peut. Jelas Ketua Forum Tuha Peut.

Sementara itu Muhammad Kasem  mantan Wabup Nagan Raya periode 2007 – 2012. yang saat ini juga menjabat sebagai ketua Baitul Mal Nagan Raya mengatakan selama ini pemekaran kecamatan di Darul Makmur terhambat karena elit di Kabupaten Nagan Raya
keliru dalam memahami ketentuan regulasi. Ucap M. Kasem.

Banyak pejabat yang menganggap bahwa syarat pemekaran kecamatan harus memiliki mukim terlebih dahulu. Ini adalah pendapat keliru kata M.
Kasem.

M. Kasem juga menambahkan Pembentukan mukim tidak menjadi prasyarat bagi pemekaran sebuah kecamatan. Yang dibutuhkan hanyalah jumlah desa harus ada 10 desa serta jumlah penduduk di setiap desa yang akan bergabung dalam kecamatan baru harus ada minimal 4000 jiwa. Mantan wabup Nagan ini berpesan agar panitia pemekaran bekerja dengan iklas dan profesional serta memahami setiap regulasi yang telah ditetapkan dalam pemekarann kecamatan. Minggu, 9/1/2022 ( * )

 

Penulis : Kang Riyan

Editor : Pimred