oleh

Keluarga Besar Alumni MIN 3 Nagan Raya Apresiasi Atas Mendapatkan Penghargaan SRA.

AGUS SALIM. RZ. S. Sos Alumni MIN 3 Nagan Raya 

 

ACEH HEBAT.COM | NAGAN RAYA : Keluarga Besar Alumni Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Nagan Raya di Desa Keude Linteung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya,Provinsi Aceh mengapresiasi atas memperoleh penghargaan Sekolah Ramah Anak (SRA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia.

Agus mewaki Alumni mengatakan kepada awak media melalui Whatsapp yang bahwa sangar banga atas mendapatkan plakat penghargaan sertifikat 10 besar tingkat Nasional. Selasa,  27/12/2022.

Penghargaan ini adalah prestasi luar biasa yang diperoleh MIN 3 Nagan Raya. Atas nama Pemkab Nagan Raya, kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah berpartisipasi dalam perolehan prestasi tingkat nasional ini,”

“Dalam kesempatan tersebut Agus juga meminta terimakasih kepada Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA Republik Indonesia atas penilaianya yang bahwa  MIN 3 Nagan Raya termasuk dalam 10 besar Sekolah Ramah Anak tingkat nasional,”

Dan selama ini kita bisa melihat sendri yang bahwa Murib MIN 3 Nagan Raya sudah mencapai Ratusan dari kelas satu hingga kelas enam, namun Murib tersebut selain dari Anak Wilayah Kecamatan Seunagan Timur,  bahkan dari Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan yang antar ke sekolah MIN 3 Nagan Raya. Ujar Agus.

Lanjut Agus dulu sebelum nama MIN 3 Nagan Raya yang bahwa sekolah tersebut bernama  MIN Keude Linteung

Agus sangat mengharapkan kepada Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, agar Gedung Sekolah MIN 3 Nagan Raya tetsebut sangat butuh pembangunan yang lebih loyal lagi, dikarnakan murib MIN 3 tersebut sudah ratusan. 

Yang lebih bangga lagi ketika kami melihat Guru – Guru senior kami yang cukup bertahan yakni Ibu Nafsiah Budiman, Jasmani, bahkan yang alumni MIN 3 Nagan Raya cukup banyak sudah menjadi sang seorang Guru di sekolah tersebut. Itu suatu kebanggaan bagi kami. Ucap Agus.

Dalam kesempatan ini kami patut  merenung kembali Seorang Guru senior kami yaitu ibu Nafsiah disaat mengajarkan kami pada saat itu, dengan mengunakan metode berhitung dengan Bahasa Arab dan bergembira dengan mengunakan Bahasa Indonesia agar kami paham dalam mengunakan berbahasa tersebut. Tutup Agus. Selasa, 27/12/2022. ( * )